Setup Lingkungan Lab: hypervisor, Kali Linux, Windows 10, Cisco Packet Tracer
Membangun laboratorium keamanan pribadi: memasang hypervisor, menjalankan Kali Linux dan Windows 10 dalam mesin virtual, serta menyiapkan Packet Tracer.
Catatan keamanan dan legal: seluruh praktik dilakukan di komputer milikmu sendiri, dengan perangkat lunak resmi yang diunduh dari situs pembuatnya (vmware.com/broadcom, kali.org, microsoft.com, netacad.com). Jangan pernah menguji alat keamanan, bahkan sekadar memindai, terhadap jaringan atau perangkat milik orang lain (kampus, kafe, tetangga) tanpa izin tertulis. Panduan ini mengikuti Lab Exercise 1.04: Building the Virtual Lab dari *Hands-On Lab Manual* (2021), dengan penyesuaian konteks lab pribadi.
Tujuan pembelajaran
Sesuai RPS TL455 pertemuan 2, setelah menyelesaikan lab ini kamu mampu memasang dan mengonfigurasi lingkungan lab virtual: hypervisor terpasang, VM Kali Linux dan VM Windows 10 berjalan, serta Cisco Packet Tracer siap untuk pertemuan 3 sampai 6.
Konsep singkat: hypervisor dan mesin virtual
Hypervisor adalah perangkat lunak yang menjalankan mesin virtual (VM): komputer penuh di dalam komputer. Komputer aslimu disebut host; sistem yang berjalan di dalam VM disebut guest. Lab Manual (Lab 1.04) memilih VMware Workstation Player sebagai hypervisornya; alasan lab virtual sama sekali bukan gaya-gayaan: isolasi dari jaringan asli, kebebasan rusak (bisa dikembalikan ke titik bersih), dan hemat biaya (satu laptop bisa jadi lima mesin).
Alat dan Persiapan
- Host Windows 10 dengan hak administrator (desktop/laptop), RAM 8 GB lebih (16 GB nyaman), dan sekitar 100 GB ruang disk kosong, sesuai kebutuhan Lab 1.04.
- VMware Workstation Player (hypervisor pilihan Lab Manual). Catatan kondisi terkini: VMware kini di bawah Broadcom dan Workstation Pro gratis untuk penggunaan pribadi setelah pendaftaran akun. Bila prosesnya menyulitkanmu, VirtualBox adalah alternatif gratis yang setara untuk kursus ini; langkah-langkahnya ekuivalen.
- ISO Kali Linux dari kali.org: pilih *Installer* 64-bit (pada Lab 1.04 tercantum di kategori Bare Metal). Unduh file ISO-nya, bukan torrent.
- ISO Windows 10 Enterprise dari Microsoft Evaluation Center: uji coba resmi 90 hari (bisa diperpanjang) persis seperti di Lab 1.04.
- Cisco Packet Tracer dari netacad.com (akun *Networking Academy* gratis). Perlu dinyatakan jujur: komponen Packet Tracer berasal dari indikator RPS dan tidak termuat di Lab Manual; bagian ini mengikuti panduan resmi NetAcad.
- Unduh hanya dari situs resmi. Installer "Kali mod" dari sumber tak resmi adalah contoh klasik malware tersamar.
Langkah Pekerjaan
- Pasang hypervisor. Unduh VMware Workstation Player, jalankan installer di host Windows-mu dengan hak admin, terima persetujuan lisensi, dan biarkan pilihan bawaan (Langkah 1 Lab 1.04). Bila gagal dengan pesan virtualisasi dimatikan, aktifkan *Intel VT-x* / *AMD-V (SVM Mode)* di BIOS/UEFI.
- Unduh ISO Kali Linux. Cari halaman unduhan resmi Kali (kali.org), pilih *Installer* 64-bit di kategori Bare Metal, dan simpan ISO-nya. Simpan baik-baik: file yang sama dipakai lagi di pertemuan kriptografi untuk latihan hashing.
- Buat VM Kali di hypervisor (Langkah 2 Lab 1.04). Buka Player, pilih *Create a New Virtual Machine*, arahkan ke ISO Kali, pilih tipe Linux, versi Debian 10.x 64-bit (Kali adalah turunan Debian), beri nama
kali-lab, biarkan ukuran disk bawaan dengan opsi *Store virtual disk as a single file*. Lalu *Customize Hardware*: pilih Network Adapter, set Bridged: Connected directly to the physical network dan centang Replicate physical network connection state, serta naikkan Memory ke 4 GB bila RAM hostmu cukup. Tutup dan *Finish*.
- Instal Kali Linux (Langkah 3 Lab 1.04). Jalankan VM, pilih *Graphical Install*. Isi bahasa, lokasi, keyboard (boleh default), hostname
kali, domain dibiarkan kosong, lalu buat nama lengkap + username + kata sandi kuatmu. Di *Partition Disks* pakai bawaan: *Guided, use entire disk*, *All files in one partition*, setuju tulis ke disk. Kosongkan kolom *HTTP proxy* (proses pemindaian mirror bisa 10 menit, sabar). Biarkan pilihan perangkat lunak bawaan, instal GRUB ke/dev/sda, selesaikan, lalu login. Setelah masuk desktop, buka terminal dan perbarui sistem:sudo apt update && sudo apt full-upgrade -y(alat keamanan yang usang menyesatkan hasil). Matikan VM dengan rapi lewat menu Power.
- Unduh dan buat VM Windows 10 (Langkah 4 Lab 1.04). Buka Microsoft Evaluation Center, pilih *ISO Enterprise*, 64-bit, unduh. Di Player: *Create a New Virtual Machine*, arahkan ke ISO Windows, biarkan kolom product key kosong, isi nama dan sandi akun, biarkan ukuran disk bawaan (single file), set Network Adapter Bridged seperti VM Kali, naikkan RAM, lalu *Finish*.
- Instal Windows 10 (Langkah 5 Lab 1.04). Segera setelah instalasi mulai, putuskan drive floppy virtual: *Player > Removable Devices > Floppy > Disconnect*. Langkah ini penting: floppy virtual dikenal memicu galat "Microsoft cannot find the Microsoft Software License Terms". Lanjutkan instalasi: *Custom: Install Windows only*, pilih *Drive 0 Unallocated Space*, pilih wilayah/keyboard, dan di layar *Sign in with Microsoft* pilih Domain join instead untuk memakai akun lokal.
- Ambil snapshot kondisi bersih (kebiasaan kursus ini; di luar cakupan Lab 1.04). Dengan tiap VM dalam kondisi segar pasca instalasi, buat snapshot bernama
bersih-awal. Snapshot adalah titik simpan penuh: eksperimen kacau di pertemuan-pertemuan berikutnya diselesaikan dengan satu klik restore.
- Pasang Cisco Packet Tracer. Daftar akun gratis di netacad.com, unduh installer Packet Tracer untuk OS host-mu, instal, login, dan buat proyek kosong: pastikan kamu bisa menarik satu switch dan satu PC ke kanvas. Simulator ini menjadi meja kerja pertemuan 3 sampai 6 (VLAN, konfigurasi Cisco, SSH, ACL).
Hasil yang Diharapkan
- Hypervisor terpasang dan berjalan di host Windows-mu.
- VM
kali-labboot normal, ter-update, terhubung jaringan (Bridged). - VM
win10-labboot normal dan bisa login dengan akun lokal. - Snapshot
bersih-awaltersedia untuk kedua VM. - Packet Tracer terbuka dengan akun aktif dan kanvas siap pakai.
- Kamu bisa menjelaskan dengan kalimat sendiri: apa itu hypervisor, host, guest, dan apa arti mode Bridged.
Troubleshooting Umum
- Galat "cannot find the Microsoft Software License Terms" saat instal Windows (disebut eksplisit di Lab 1.04): putuskan floppy virtual (*Removable Devices > Floppy > Disconnect*) lalu ulangi instalasi.
- VM gagal start, pesan VT-x/AMD-V disabled: aktifkan virtualisasi perangkat keras di BIOS/UEFI (tombol F2/Del saat menyala).
- `apt` lambat di langkah pemindaian mirror: normal menurut Lab 1.04 (bisa 10-20 menit); jangan batalkan. Bila tetap gagal, coba ulangi di jam berbeda.
- GRUB tidak muncul saat boot ulang Kali: pastikan saat instalasi GRUB dipasang ke
/dev/sda(bukan *Enter device manually*). - VM terasa berat: kurangi VM yang berjalan bersamaan, atau naikkan RAM host. Bridged di Wi-Fi kampus bisa diblokir isolasi klien: gunakan jaringan rumahmu sendiri, atau hotspot ponsel pribadi.
- Unduhan ISO korup (gagal boot): bandingkan hash ISO dengan angka resmi di situsnya (keterampilan dari pertemuan kriptografi), lalu unduh ulang bila beda.
Checklist Selesai
- [ ] Hypervisor terpasang dan berjalan di host Windows.
- [ ] VM
kali-labterinstal, ter-update, dan terhubung jaringan (Bridged). - [ ] VM
win10-labterinstal dari ISO evaluation 90 hari dan bisa login. - [ ] Snapshot
bersih-awaltersedia untuk kedua VM. - [ ] Packet Tracer terpasang, login berhasil, bisa menarik perangkat ke kanvas.
- [ ] Kamu bisa menjelaskan hypervisor, host, guest, dan mode Bridged dengan kalimat sendiri.