>_NetSecAcademy
BerandaBelajar

>_NetSecAcademy

Belajar keamanan jaringan dari nol, dalam Bahasa Indonesia, gratis.

navigasi

  • Beranda
  • Jalur Belajar

status_proyek

  • ✓ Kurikulum 16 pertemuan
  • ✓ 125 soal latihan
  • ✓ Progres tersimpan lokal (peramban)
  • ✓ Terbuka penuh, tanpa akun

© 2026 NetSec Academy: fondasi prototipe, tanpa database & backend.

belajar/simulasi-packet-tracer
PERTEMUAN 04Praktik± 200 menit

Simulasi Jaringan di Packet Tracer: frame Ethernet, CAM table, rute statis

Lab pertama di simulator: menyusun topologi, mengamati frame Ethernet dan CAM table switch, lalu menghubungkan dua jaringan dengan rute statis.

Uji pemahaman: kuis
Catatan keamanan dan legal: seluruh praktik berlangsung di dalam Cisco Packet Tracer: simulator di komputermu sendiri. Tidak ada perangkat nyata yang disentuh, sehingga aman sepenuhnya. Panduan ini mengikuti Lab Exercise 9.01 (Switch Configuration) dan Lab Exercise 9.02 (Router Configuration) dari Lab Manual (2021); keduanya memang memakai Packet Tracer, dengan catatan versi antarmuka bisa berbeda dari yang dibaca (sesuaikan seperlunya, seperti pesan Lab 9.01 sendiri).

Tujuan pembelajaran

Sesuai RPS TL455 pertemuan 4, setelah lab ini kamu mampu mengonfigurasi frame Ethernet, CAM table, dan rute statis di Packet Tracer. Tujuan eksplisit Lab 9.01 dua kata kunci pertamanya: *send Ethernet frames through Ethernet switches* dan *analyze a MAC address table*; Lab 9.02 menuntaskan rute statis.

Alat dan Persiapan

  • ▸Packet Tracer terpasang dari pertemuan 2, login akun NetAcad aktif.
  • ▸Komponen: 2× switch 2960, 4× PC, kabel *Copper Straight-Through* dan *Copper Cross-Over* (untuk bagian switch), lalu 3× router 4331 dan kabel tambahan (untuk bagian router), sesuai Gambar 9-2 dan 9-3 di Lab Manual.
  • ▸Tips Lab 9.01: pekerjaan bisa disimpan (*File > Save*, file .pkt) dan dibuka lagi kapan pun.

Langkah Pekerjaan

  1. Bangun topologi switch (Lab 9.01). Tarik dua switch 2960 dan empat PC: dua PC di bawah tiap switch. Sambungkan PC ke switch dengan kabel straight-through (FastEthernet0 di PC; FastEthernet0/1 dan 0/2 di switch), lalu sambungkan kedua switch dengan kabel cross-over lewat GigabitEthernet0/2 masing-masing. Titik oranye akan berubah menjadi segitiga hijau: koneksi hidup.
  1. Isi alamat IP PC (Lab 9.01, Step 3). Klik tiap PC, tab *Config*, antarmuka FastEthernet0: PC0 10.1.0.100, PC1 10.1.0.1, PC2 10.1.0.2, PC3 10.1.0.3, semua dengan subnet mask 255.255.0.0.
  1. Konfigurasi switch lewat CLI (Lab 9.01, Step 4). Klik Switch0, tab *CLI*, tekan ENTER hingga prompt Switch>. Naik mode: enable (prompt berubah Switch#), lalu configure terminal (Switch(config)#). Beri nama: hostname S0; ulangi untuk switch kedua menjadi S1. Ingat aturan IOS: perintah boleh disingkat selama unik, TAB melengkapi, ? menampilkan pilihan.
  1. Hasilkan trafik dan baca CAM table (Lab 9.01, Step 4f-h). Buka *Command Prompt* pada tiap PC (tab Desktop) dan ping tiga PC lainnya. Lalu di S0 (privileged EXEC) jalankan:
bash
show mac-address-table

Tabel inilah yang oleh Cisco disebut MAC address table dan oleh RPS disebut CAM table (Lab 9.01 menyebut tiga nama: SAT, CAM, MAC address table). Amati: MAC keempat PC tercatat; PC di switch lawan berasosiasi dengan GigabitEthernet0/2, port menuju switch lain, karena frame mereka lewat sana (ada juga MAC switch lawan, dikirim via protokol STP). Cocokkan tiap MAC dengan ipconfig /all di PC dan show interface g0/2 di switch. Perilaku dasarnya, dikutip pembuka Lab 9.01: switch yang tahu port tujuan mengirim frame hanya ke port itu; yang tidak tahu melakukan *flooding* ke semua port kecuali port asal.

  1. Amati frame Ethernet di mode simulasi. Aktifkan tombol *Simulation*, filter ICMP dan ARP, lalu ping ulang. Klik amplop yang berjalan: kamu melihat frame Ethernet dengan header MAC sumber dan tujuan, membungkus paket IP berisi ICMP. Frame ARP pertama berisi alamat broadcast FF:FF:FF:FF:FF:FF: permintaan "siapa pemilik IP ini?". (Konsep frame dan lapisannya dari Bab 9; prosedur klik mode simulasi adalah prosedur standar Packet Tracer.)
  1. Modifikasi topologi untuk routing (Lab 9.02, Step 1). Tarik tiga router 4331 di bagian atas (R0 di atas Switch0, R1 di tengah, R2 di atas Switch1). Sambungkan antar router dengan cross-over: R0 Gi0/0/0 ke R1 Gi0/0/1, dan R1 Gi0/0/0 ke R2 Gi0/0/1. Sambungkan tiap router tepi ke switchnya dengan straight-through (R0 Gi0/0/1 ke Switch0 Gi0/1; R2 Gi0/0/0 ke Switch1 Gi0/1). Ubah IP PC2 dan PC3 menjadi 10.4.0.2 dan 10.4.0.3 (mask tetap), lalu hapus kabel antar kedua switch (ikon X di toolbar sekunder).
  1. Konfigurasi ketiga router (Lab 9.02, Step 2-3). Contoh R0 (ulangi polanya untuk R1 dan R2):
bash
no                       # tolak dialog konfigurasi awal
enable
configure terminal
hostname R0
interface g0/0/1
 ip address 10.1.0.99 255.255.0.0
 no shutdown
interface g0/0/0
 ip address 10.2.0.98 255.255.0.0
 no shutdown

R1: Gi0/0/1 10.2.0.99, Gi0/0/0 10.3.0.98. R2: Gi0/0/1 10.3.0.99, Gi0/0/0 10.4.0.99. Jangan lupa no shutdown di tiap antarmuka; pesan %LINK-5-CHANGED ... state to up menandai antarmuka hidup.

  1. Gateway dan pengujian pertama (Lab 9.02, Step 3c-f). Beri tiap PC alamat gateway lewat tab Config > Settings: PC0/PC1 ke 10.1.0.99 (Gi0/0/1 R0), PC2/PC3 ke 10.4.0.99 (Gi0/0/0 R2). Pastikan tiap PC bisa ping gateway-nya. Lalu jalankan show ip route di tiap router: kode C berarti jaringan langsung terhubung dan L rute lokal antarmuka; tabelnya masih belum lengkap. Coba ping PC0 ke PC3: gagal dengan balasan Reply from 10.1.0.99: Destination host unreachable (dari router, bukan dari PC3), karena tabel rute R0 tidak memuat 10.4.0.0/16 sehingga router mengirim pesan galat ICMP ke sumber.
  1. Rute statis (inti Lab 9.02). Di R0, mode global configuration:
bash
ip route 10.3.0.0 255.255.0.0 10.2.0.99
ip route 10.4.0.0 255.255.0.0 10.2.0.99

Cek show ip route: muncul entri S (static), misalnya S 10.4.0.0/16 [1/0] via 10.2.0.99: trafik menuju jaringan itu diteruskan ke next-hop 10.2.0.99 (Gi0/0/1 R1). Lengkapi sisa rute secara simetris (R2 perlu rute balik menuju 10.1.0.0/16 dan 10.2.0.0/16 via 10.3.0.98; R1 terhubung langsung ke keduanya). Ping PC0 ke PC3 kini berhasil dua arah.

  1. Simpan konfigurasi. Di tiap perangkat: copy running-config startup-config.

Hasil yang Diharapkan

  • ▸Topologi switch berfungsi: ping antar empat PC berhasil; MAC/CAM table memuat keempat MAC beserta portnya.
  • ▸Mode simulasi memperlihatkan frame Ethernet (MAC sumber/tujuan) dan frame ARP broadcast.
  • ▸Ketiga router terkonfigurasi, antarmuka up, tiap PC bisa ping gateway-nya.
  • ▸Sebelum rute statis: ping antar jaringan gagal dengan ICMP unreachable dari router; sesudah: entri S muncul dan ping berhasil dua arah.
  • ▸Semua konfigurasi tersimpan ke startup-config.

Troubleshooting Umum

  • ▸Titik koneksi merah/oranye lama: salah kabel (straight vs crossover) atau antarmuka belum no shutdown; cocokkan port sesuai Gambar 9-2/9-3 dan cek show ip interface brief.
  • ▸MAC tidak muncul di CAM table: trafik belum mengalir; ping dulu dari PC, lalu baca tabel lagi.
  • ▸Ping antar jaringan gagal dengan "Destination host unreachable" dari gateway: routing table router asal belum memuat jaringan tujuan; tambahkan ip route yang tepat dan verifikasi kode S.
  • ▸Ping berhasil searah saja: rute balik belum ada di router pulangnya; rute statis harus simetris di kedua arah.
  • ▸Konfigurasi hilang setelah perangkat ditutup: lupa copy running-config startup-config.

Checklist Selesai

  • ▸[ ] Topologi switch dibangun sesuai Gambar 9-2 dan empat PC saling terping.
  • ▸[ ] show mac-address-table dibaca dan perilaku learning/flooding dipahami.
  • ▸[ ] Frame Ethernet dan ARP teramati di mode simulasi.
  • ▸[ ] Tiga router terkonfigurasi; gateway tiap PC teruji.
  • ▸[ ] Rute statis S bekerja: ping antar jaringan berhasil dua arah.
  • ▸[ ] Semua konfigurasi tersimpan ke startup-config.
← sebelumnya

Fondasi Jaringan: topologi, VLAN, dasar CLI Cisco

selanjutnya →

Infrastructure Security: SSH, Port Security, Access Control List (ACL)